Hubungan Antara Stres Kerja Dan Shift Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Kronis Pada Karyawan Rumah Sakit Umum Kajian Pada Rsud Datoe Binangkang Lolak 2 Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow
Keywords:
Stres Kerja, Shift Kerja, Kelelahan KerjaAbstract
Latar Belakang Stres merupakan tekanan psikologis yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan baik secara fisik maupun mental, Kelelahan yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan terjadinya kelelahan kronik. Kelelahan tidak hanya terjadi selama atau setelah bekerja tetapi juga dapat terjadi sebelum pekerja melakukan pekerjaan, kelelaham kronis atau kelelahan klinis menyebabkan tingkat absentisme meningkat terutama ijin kerja dan meningkatnya angka kesakitan pada karyawan, Tujuan Untuk mengetahui hubungan stres kerja dan shift kerja terhadap kelelahan kerja kronis pada karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Datoe Binangkang Lolak 2. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Datoe Binangkang Lolak 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara stres sebelum bekerja dengan kelelahan sebelum bekerja dengan nilai p-value (0,00). Stres kerja dengan kelelahan kerja sesudah bekerja dengan nilai p-value (0,00) dan Shift sebelum bekerja dengan kelelahan sebelum bekerja dengan nilai p value (0,337). Shift kerja dengan kelelahan kerja sesudah bekerja dengan nilai p value (0,298) Maka dari itu Tidak terdapat hubungan antara Shift kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Datoe Binangkang Lolak 2. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat hubungan antara stres kerja dengan kelelahan kerja kronis Dan tidak terdapat hubungan antara antara Shift kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Datoe Binangkang Lolak 2..


