Sosialisasi Pendidikan Literasi Gender Berbasis Nilai-nilai Islam sebagai Upaya Pencegahan Pelanggaran Gender pada Pemuda Desa Sumberagung
Keywords:
Literasi Gender, Nilai Islam, Kesetaraan, Pemuda Desa, Pengabdian MasyarakatAbstract
Kesenjangan gender masih menjadi persoalan sosial yang sering muncul dalam kehidupan masyarakat, termasuk di Desa Sumberagung. Ketidaksetaraan ini tampak dari kuatnya stereotip dan pembakuan peran antara laki-laki dan perempuan, yang berdampak pada terbatasnya ruang gerak perempuan dalam pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi sosial. Padahal, ajaran Islam menekankan prinsip keadilan (‘adl) dan kesetaraan (musawah), serta menempatkan laki-laki dan perempuan pada derajat yang sama di hadapan Allah. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan Sosialisasi Pendidikan Literasi Gender Berbasis Nilai-nilai Islam dengan tujuan meningkatkan pemahaman pemuda mengenai konsep gender, bias sosial, serta nilai keadilan dalam perspektif Islam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif partisipatif-edukatif, melibatkan pemuda secara aktif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, pre-test dan post-test, serta refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai perbedaan antara jenis kelamin dan gender, bentuk-bentuk ketidakadilan gender, serta dasar kesetaraan menurut ajaran Islam. Partisipasi aktif dalam diskusi juga mendorong lahirnya kesadaran kritis dan tindakan nyata, seperti komitmen Karang Taruna untuk melibatkan perempuan secara setara dalam kegiatan organisasi. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa literasi gender berbasis nilai Islam dapat menjadi sarana efektif untuk mengurangi bias gender, memperkuat partisipasi pemuda, serta membangun lingkungan sosial yang lebih adil dan inklusif.


