Manajemen Masjid dalam Penguatan Karakter Religius Masyarakat (Studi Kasus Masjid Baiturrahman Bontang Pupuk Kaltim)
Keywords:
Manajemen Masjid, Karakter Religius, Masjid Baiturrahman.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Masjid Baiturrahman Bontang Pupuk Kaltim dalam penguatan karakter religius masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Masjid Baiturrahman dikembangkan melalui kelembagaan Yayasan Baiturrahman yang menaungi bidang ketakmiran, dakwah, majelis taklim, pendidikan, sosial, usaha, kepemudaan, pembinaan muallaf, dan pelayanan masyarakat. Pengelolaan tersebut memperlihatkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam penyelenggaraan berbagai program. Pembinaan karakter religius dilakukan melalui integrasi kajian keagamaan, pendidikan Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, pembinaan muallaf, kegiatan kepemudaan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam perspektif Glock dan Stark, program tersebut memberikan ruang bagi pengembangan lima dimensi religiusitas, yaitu keyakinan, pengetahuan, praktik, pengalaman, dan konsekuensi sosial. Sementara itu, perspektif Lickona menunjukkan adanya proses yang menghubungkan pengetahuan moral, penghayatan nilai, dan tindakan moral. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen masjid dapat dikembangkan sebagai ekosistem pembinaan yang mengintegrasikan fungsi ibadah, pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat sehingga nilai-nilai religius memperoleh ruang untuk dipelajari, dihayati, dibiasakan, dan diwujudkan dalam kehidupan sosial.


