Manajemen Strategi Kepala Sekolah Dalam MengembangkanBudaya Religius Di Smp Proklamasi BalongbendoKabupaten Sidoarjo
Keywords:
Manajemen Strategi; Kepala Sekolah; Budaya Religius; Studi Kasus; SMP Proklamasi BalongbendoAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bentuk budaya religius, strategi kepala sekolah dalam mengembangkannya, serta dampaknya terhadap siswa di SMP Proklamasi Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan enam informan (kepala sekolah, guru/staf, dan siswa kelas 7, 8, dan 9), serta dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman, dan keabsahannya diuji melalui ketekunan pengamatan serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius diwujudkan dalam tujuh bentuk kegiatan, yaitu budaya 3S (senyum, salam, sapa), doa bersama dan Asmaul Husna, sholat Dhuha dan Dhuhur berjamaah, istighosah Jumat, sedekah Jumat, pembiasaan menutup aurat, dan Baca Tulis Qur’an (BTQ). Kepala sekolah mengembangkannya melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi dengan memadukan power strategy, persuasive strategy, dan normative re-educative strategy. Menurut informan, kegiatan tersebut berkontribusi pada kedisiplinan, empati, akhlak, dan suasana sekolah yang kondusif, meskipun masih terkendala keterbatasan mushola, motivasi sebagian siswa, pengaruh budaya digital, dan padatnya jadwal akademik.


